BeritaRaya.net – Penengahan Lamsel
Bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah, tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Islam, tetapi juga syarat dengan tradisi yang mempererat tali persaudaraan. Salah satu tradisi yang dinanti-nantikan adalah Buka puasa Bersama atau dengan istilah Bukber.
Lebih dari sekadar mengenyangkan perut, buka puasa bersama memiliki makna dan nilai-nilai luhur. Kebersamaan dalam menyantap hidangan mencerminkan rasa kedekatan dan mempererat silaturahmi antar keluarga, teman, dan kolega. Momen ini menjadi ajang untuk saling bertukar cerita, menjalin keakraban, dan memperkuat rasa persaudaraan.
Pada Sabtu sore (30/3/2024) di Marga Dantaran, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) tradisi buka puasa bersama menjadi simbol toleransi dan kepedulian. Berkumpul dengan orang-orang dari berbagai latar belakang membantu masyarakat untuk memahami perbedaan dan saling menghargai. Kebersamaan ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Salah satunya Keluarga Besar dari Bustami bin Mat Tamsir gelar Temenggung Jagapati, mengatakan, lebih dari sekadar tradisi, buka puasa bersama menjadi refleksi diri dan pengingat untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Umat Islam diajak untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan dan merasakan kebahagiaan bersama.
“Berbagi gak mesti dengan tempat yang megah, gak harus dengan biaya yang mahal. Sederhana dan cukup berbagi dengan kemampuan diri, itu sudah Alhamdulillah,” ungkapnya seraya bersyukur bisa kembali lagi berbagi di Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriyah,
Dirinya mengimbuhkan, berbagi tidak harus memiliki jabatan dan kekuasaan, serta kekayaan yang melimpah. Dengan seadanya, Bukber dan santunan bisa terlaksana, yang lebih penting dapat bercengkrama dengan handai taulan serta membuka kembali komunikasi yang renggang.
“Semoga momen Ramadhan 1445 Hijriyah tahun 2024 ini dapat membawa berkah dan keberkahan bagi kita semua di manapun berada. Mari kita saling menghargai dan menghormati satu sama lain dalam kebersamaan yang damai dan harmonis. Sederhana namun bermakna.” Tukas pria bergelar Temenggung Jagapati dari Marga Dantaran, Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan. (Red)












